Mutiara Hari Ini

""BANGKITLAH NEGERIKU,INDONESIA. HARAPAN ITU MASIH ADA. BERJUANGLAH BANGSAKU JALAN ITU MASIH TERBENTANG"

AGRONOMIC TRICKS

Bagaimana Agar Efisien Dalam Pemakaian Benih Padi ?

1. Siapkan Lahan semai kira-kira seperduapuluh dari luas areal tanam. Contoh : KAlau lahannya seluas 1000 m2, maka kebutuhan semai benih adalah cukup 50m2.
2. Sebarkan pupuk dasar SP-36 atau pupuk merk lain yang berkomponen inti phospat. Berfungsi untuk memperkuat dan merangsang pertumbuhan akar.
3. Kemudian sebarkan abu dapur/ pasir tipis-tipis di permukaan lahan semai. Dimaksudkan agar tanah tidak bantat, sehingga benih mudah untuk dicabut ketika masih berumur muda.
4. Kemudian sebarkan benih padi dengan kerapatan yang agak lebar ( jarang).
5. Biasanya umur 15-21 hari (bandingkan dengan kebiasaan petani yang cabut benih umur 25-35 hari) setelah sebar benih sudah siap cabut. Jangan terlalu tua,karena akar akan terlanjur menyebar.
6. Tanam satu per satu. Tidak perlu 3 - 5 tanaman perlubang. Sehingga kebutuhan benih lebih hemat.

Selamat mencoba.....


Sabtu, 26 Juli 2008

Si Rakus yang Merugikan



Spodoptera
Bahasa Jawanya "Ulat Grayak". Suka sembunyi di balik tanah. Dan hanya muncul di malam hari sampai dengan matahari bersinar (pagi)
Pada tanama kedele sangat merusak polong. Menyerang tanaman jagung, bawang merah, bawang putih ketika muda. Yang membuat jengkel, tanaman yang diserang terkesan hanya di"patahkan" kemudian ditinggal pergi sembunyi. Dalam semalam, bisa mengakibatkan serangan bahkan sampai >50% kerusakan tanaman. Sangat bahayua bila dibiarkan. Jika disentuh, dia akan melingkar, tidak bergerak pura pura mati.




Pengendalian berdasar pengalaman petani :
A. Pancingan
1. Sediakan bekatul yang telah dicampur/ direndam bersama rendaman zat aktif karbofuran (bisa fduradan 3G, Regent 3G atau yang lain)
2. Sebarkan disekitar baris tanaman, bekatul yang telah diberi pestisida
3. Biasanya sang ulat akan memakan bekatul terlebih dahulu sebelum menyerang tanaman.
B. Spraying tepat waktu
1. Siapkan pestisida yang bersifat kontak dan sistemik
2. Semprot tanaman disaat-saat ulat keluar dari persembunyian di dalam tanah. Bisa sore menjelang maghrib ataupun pagi-pagi buta sesudah subuh.

Jika kedua cara diatas digabungkan masih belum berhasil juga, pakai cara ketiga, yang agak berbau tehnologi dan memerlukan kondisi psikologis yang stabil. Jika kondisi psikologis anda masih labil, cara ini mungkin bisa mengakibatkan cidera :
C. Technology
1. Siapkan Batu Baterei terbaru 2 buah, bisa merk apa saja
2. Bawa batu bateri ke sawah
3. Cari ulat sampai ketemu
4. Setelah ketemu dengan si Grayak, timpuk dan pukul si grayak dengan kedua batu bateri tadi.
Lebih Ringkas dari kedua cara diatas dan....,pasti MATI. Aman lingkungan lagi....hee....he.....

Selamat mencoba, mana yang lebih sesuai dengan kemampuan dan pendidikan anda.......

SEMOGA BERHASIL
Read More......

Senin, 21 Juli 2008

Membuat Alat Pemupukan Palawija Yang EvisienPengalaman dari petani negara tetangga:
1. Sediakan Kantong bekas karung beras 20 kg-an
2. Lubangi salah satu ujung bawahnya kira-kira sebesar pipa paralon 0.5 dim.
3. Masukkan ujung pipa paralon 0.5 dim kedalam ujung karung yang dilubangi tadi
4. Kencangkan dengan tali, ujung paralon yang masuk kedalam karung.
5. Kira-kira 15-20 cm dari ujung kantong yang sudah berparalon, lubangi paralon sebesar ibu jari seperti gambar dibawah

6. Buat tali di mulut kantong, sebagai tambatan kantong ke pundak
7. Isi dengan Pupuk. Gunakan ujung jari untuk menghentikan dan mengalirkan butiran pupuk dengan memasukkan jari ke lubang yang telah dibuat
8. Ok, selamat mencoba, nggak perlu membungkuk-bungkuk untuk aplikasi pupuk pada tanaman palawija.
Read More......

Rabu, 16 Juli 2008

TIPS bagi PETANI PADI

Beberapa saat lalu ketika sedang travelling ke luar daerah, terlihat disepanjang jalan ada satu dua petak sawah yang ditanami padi. Tetapi ada beberapa yang bila dilihat dari tanda-tandanya terdapat serangan penggerek batang. Disinilah saktinya petani kita. Meskipun sang ulat sedang berpesta pora didalam batang padi, sang petani pun dengan gigih terus menyemprot tanamannya dengan pestisida (entah sistemik ataupun kontak). Parahnya lagi, sang ulat sudah resistan dengan pestisida yang sudah menjadi kudapannya sehari-hari. Sang petanipun sudah menduga bahwa panen nya tidak akan sebagus musim lalu. Tapi, tetap saja tanam padi di musim berikutnya. Dan tidak panen lagi. Tanam lagi... Capek deh....

Mungkin tips dari kawan tani saya dari daerah Imogiri DIY ini bisa untuk diterapkan. Penggerek batang yang telah resisten terhadap pestisida dan telah berada di dalam batang padi, akan sulit dibasmi jika sudah besar (berbentuk ulat). Pembasmian yang efektiv adalah ketika masih berbentuk larva/ telur yang baru menetas.

Untuk mengetahui kapan telur itu menetas, tidak perlu mengundang DR. IAN MALCOLM (ahli matematika di LOST WORLD " JURASSIC PARK"). Cukup pantau lapangan (sawah). Ketika sudah ada kupu-kupu kuning berterbangan disekitar tanaman padi, amati di daun padinya. Jika sudah ditemukan semacam kapas putih yang menempel di daun, ambil satu sekaligus daunnya, dan bawa pulang. Masukkan gelas kosong, tutup pakai kain. Tunggu sampai telur yang ada di dalam serat yang seperti kapas menetas. Ketika telur menetas, banyak larva kecil merayap didalam gelas, saat itulah telur-teluir lain yang ada di sawah juga menetas. ITULAH SAAT YANG TEPAT UNTUK MENGENDALIKAN PENGGEREK BATANG YANG MASIH. BERBENTUK LARVA. SPRAYING..!

Mungkin, bisa dicoba, bapak tani, ibu tani, dan si tani silahkan..... Read More......